Hai.. Saya Kembali

LUX_4294

Wahai blogger…😀

Lama sekali ya saya hiatus. Kira-kira 3 tahun saya ga nulis di blog ini. Dan sampai lupa dengan password wordpress saya. hahaha..😀. Sampai akhirnya saya keinget kalo saya punya banyak pe-er tulisan yang terbengkalai.😦

Dalam waktu 3 tahun banyak sekali pemikiran yang ingin saya tulis. Entah tulisan sepele (dan yang kebanyakan remeh temehnya) atau sesuatu yang menurut saya “ini nih” yang sesuatu banget. Alhamdulillah tahun 2012 saya lulus kuliah, terus keterima sebagi pegawai bank status magang di akhir tahun yang sama😀

Ternyata sejak kerja, boro-boro deh bisa nyentuh pc. Pulang langsung… nubruk kasur😛 tahun 2014 Status karyawan tetap sudah nempel di id-card *yeiiiyyy*. Dan awal tahun 2015, bulan April kemarin saya menikah *yipppiii*😀

Ironis ya.. hidup ternyata alurnya itu-itu aja. Lulus kuliah – Kerja – Menikah – punya anak.

Dan begitulah saya, sekarang menjalani peran baru sebagai calon mami yang lagi ngidam-mual-pusing-seribu rasa ibu hamil.

Mulai sekarang, saya berusaha buat nulis lagi. Buat ngumpulin info-info lagi dan share buat teman-teman. Mudah-mudahan berguna. amiiinn…

Jatuh Cinta :)

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan. 
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Continue reading

Friend zone : A war zone

Baru saja kemarin saya selesain menonton DVD yang berjudul One Day, pemerannya si cantik *yang tidak pernah membosankan* Anne Hathaway as Emma dan Jim Sturgess as dexter. Dexter and Emma are shown each year on the same date to see where they are in their lives. They are sometimes together, sometimes not, on that day.  Berlatar Skotlandia era 1980’an film ini begitu manis untuk di tonton. Tapi bukan tentang film ini yang ingin saya bahas. Melainkan kisah Emma yang entah apa dan bagaiman, tetap menjadi sahabat bagi Dexter. Walau benih-benih cinta telah tumbuh, tapi ia selalu meyakinkan, We just friend. Ouccchhh…. Pernah ngalaminnya?

Sebuah awalan yang engga akan pernah ketemu akhirannya, for some people Friend zone is like a war zone between expectation and reality, rasanya menyakitkan tapi terkadang begitu menyenangkan. Seperti kisah Dr. Ross Geller dan Rachel Green di Serial F.R.I.E.N.D.S, mereka berdua mendapatkan julukkan Friend zone karena kedekatan mereka yang seolah mengisyaratkan bahwa mereka saling jatuh cinta tapi terhalang dengan status pertemanan mereka yang sudah lama terjalin.

Seperti akhir-akhir ini di Twitter, Facebook, Path dll, yang merupakan saksi bisu dari kegalauan beberapa orang yang terjebak dalam Friend zone, fenomena lama dengan packaging baru nampaknya. Friend zone sekarang sudah mulai buka cabang bukan hanya Friend tetapi juga Brother zone, so wierd I think..oke to be honest saya pun terjebak di dalamnya, but thanks God perasaan itu engga bertahan lama karena setelah saya pikir-pikir aneh rasanya kalau apa yang sudah terbiasa akan berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa.

Pada kasus Friend Zone sendiri banyak jenisnya mulai dari yang sama-sama suka tapi ragu, lalu ada yang bertepuk sebelah tangan, dan ada juga yang sudah pacaran terus putus lalu berlanjut jadi temen tapi masih saling nyimpen perasaan, dan lain sebagainya. Ironis manis.. hahaha😀 Tapi begitulah keadaannya, mungkin istilah “bisa karena terbiasa” juga berlaku di dunia pertemanan dengan lawan jenis. Jadinya Friend zone itu tercipta. Saya secara pribadi lebih memilih pacaran dengan orang yang bisa membuat kita nyaman dibandingkan dengan orang yang hanya sekedar sesuai dengan kriteria tapi bikin kita jadi engga nyaman, tapi istilah nyaman sendiri engga hanya bisa ditemukan di dunia percintaan aja, di dunia pertemanan pun ada istilah nyaman. Dan istilah nyaman itu yang menciptakan perasaan baru diantara hubungan pertemanan dengan lawan jenis, terlalu rumit mungkin

Ya, sederhana tapi rumit, mungkin ada yang pernah tau istilah “Pacar jadi sahabat masih mungkin, tapi sahabat jadi pacar akan rumit”,  atau kedok yang awalnya Kakak – Adik berubah menjadi saling suka, saling cinta.

3M : *between* Marchei, Married and Math

Hahaha… kali ini saya ngaku deh kalo saya beneran lama hiatus *malas tepatnya*. Udah 2 bulan blog ini buluk banget karena ga pernah di sentuh. Daaaaaaan, sebuah ide muncul untuk “memperalat” abang saya, Patrick Diaz mengisi salah satu postingan. Bener kata dia, blog Marchei Journey ini emang amburadul banget temanya.

Sekilas tentang si “penulis lepas” ini adalah dia kakak sekaligus teman saya, dulu dia adalah orang yang ngebela pertama *pasti!* kalau ada yang berusaha memojokkan saya, pendengar yang baik, dia pemimpi, pecinta hidup, teman diskusi masalah novel dan film *tentang ini, dia tiada dua*. Great! saya udah hampir 5 tahun tidak bertemu wajah dengan dia. Sempat lost contact hampir 3 tahun. Daaan, apa yang sekiranya Tuhan ingin pertemukan, rupanya akan Ia pertemukan.

Check this out tulisannya… Agak2 berat tapi saya yakin, kalian bakal suka😄

**

The 1st M related to a good friend of mine, Marchei. This kinda girl (we haven’t talked in ages, by the way) easily asked me if I would like to write something on this gorgeous blog.  So, M, First, lemme tell you that as for me, it’s a big honor J. Awalnya dengan kultur tulisan yang telah ter-posting di marchei’s journey ini, saya sempat bingung tema tulisan apa yang bisa diberikan dari penulis kelas tiarap seperti saya. L The 1st M membebaskan tema tulisan. “Boleh patah hati, boleh jatuh hati”, begitu katanya. Nah karena soal hati itu terkadang sulit untuk digeneralisasikan, dan kadang ekspresi penulis dengan mudahnya didiskreditkan oleh pembaca, dianggap galau dan sebagainya, maka dari itu, saya memutuskan untuk memanggil 2 M berikutnya, si Married dan si Math. So, we have 3 M now. Marchei, Married and Math, right ? So here they are…

Continue reading

Ketika Jatuh Sakit

Doa Imam Zainal Abidin ’As-Sajjad’ a.s. Ketika Sakit atau Dalam Kesusahan.

Ya Allah, bagiMu segala pujian, karena tidak henti-hentinya aku bergerak, berkat kesehatan badanku, bagi-Mu segala pujian, karena penyakit yang Engkau timpakan pada jasadku.

Aku tidak tahu  keadaan mana yang lebih patut aku mensyukuriMu, waktu mana yang paling pantas aku memuji-Mu; Apakah ketika sehat, ketika Engkau senangkan aku, dengan yang baik-baik dari rezeki-Mu, Engkau bangkitkan semangatku untuk mencari ridho dan karuniaMu,  Engkau kuatkan aku untuk mentaati-Mu pada apa yang telah Kau berikan taufiqnya bagiku?

Ataukah waktu aku sakit, ketika Engkau mengujiku, dan Engkau anugerahkan kenikmatan kepadaku dengan meringankan dosa-dosa, yang memberati punggungku…

Mensucikan kesalahan-kesalahan yang telah menenggelamkan diriku, memberikan peringatan untuk memperoleh pengampunan dan menyadarkan akan penghapusan dosa dengan kenikmatan terdahulu.

Continue reading

Drama Korea Paling di Tunggu Tahun 2012 Menurut Marchei’s Journey

Drama Korea memang sudah mendapatkan hati di pecinta drama Indonesia yang sudah bosan dengan alur sinetron Indonesia yang bisa ditebak endingnya, atau cerita yang terus mulur hingga ber-season-season. Ceritanya yang padat, menyentuh hati, romantis, sekaligus kocak layak mendapat perhatian tersendiri. Berikut Marchei’s Journey share Drama Korea Paling di Tunggu Tahun 2012, yang sebagian memang sudah pernah ditayangkan di TV Nasional.

Jika ada yang mau nambahin sekalian di share yaa…. Gumawo >__<

1. A Thousand Day Promise

Kisah ini di buka dengan hari dimana Park Ji Hyung (Kim Rae Won) dan Lee Seo Yeon (Soo Ae) memutuskan berpisah secara baik – baik di kencan terakhir mereka, karena tanggal pernikahan  Ji Hyung dengan tunangannya, Noh Hyang Ki (Jung Yoo Mi) sudah ditetapkan keluarga mereka.

Continue reading