Waspadai Orang yang Ngomong Hijrah-Jihad

Pagi ini saya dengan tergopoh-gopoh menyelesaikan ritual membilas cucian baju ketika handphone di atas meja televisi berdering. Ternyata papa saya yang menelpon. Nun jauh berkilo-kilometer diseberang sana suara berat khas papa saya mengusik pagi yang indah. Tak ayal karena nasehatnya yang membuat saya tertegun.

Sebenarnya minimal 2 hari sekali saya menelpon papa untuk menanyakan kabar dan curhat sana sini sampai urusan yang remeh pun ikut dibahas. Akan tetapi ritual menelpon-ditelpon pagi ini sedikit berbeda. Bukan karena urusan skripsi saya yang urung jua kelar dan rengekan meminta tambahan uang saku. Hal ini terkait pemberitaan NII di media yang membuat gempar para orangtua yang mempunyai anak dengan status mahasiswa.

Sebenarnya orangtua saya cukup telat hebohnya. Ketika teman-teman saya di kampus bercerita mengenai reaksi orang tua mereka untuk tidak mudah terpengaruh orang lain bulan lalu, orang tua saya baru ‘ngeh’ sekarang. Dan baru pagi ini mengingatkan saya.. Dengan berapi-api papa saya menelpon, “Neng, kamu harus hati-hati sama orang baru yang ngomong jihad-jihad gitu ya..bla bla bla bla ga ada titik komanya !!!”. Saya pun mengangguk takzim mendengar nasihat dan sekali-hali menyahuti “Oke…”, “Sip…”

Memang ngeri juga ya NII ini. Perekrutan dilakukan dengan mencuci otak anggota barunya dan kemudian membayar infak. Kabarnya, karena NII terlilit utang, pimpinannya memerintahkan pengikutnya untuk melakukan rekrutmen besar-besaran. Bahkan dari pemberitaan Suara Merdeka, Minggu 1 Mei 2011, NII menargetkan untuk melakukan rekrutmen dengan target 7 orang dalam satu minggu. Artinya paling tidak 1 orang dalam 1 hari. Rekrutmen tersebut dimulai tahun 2009 sampai 2014 dengan cara yang mirip MLM.

Yang perlu digaris bawahi adalah saat ini NII mengincar orang-orang kaya untuk menutupi utangnya yang konon kabarnya sampai 50 Miliar rupiah, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga merekrut orang miskin agar akhirnya mau mencari dana. Modusnya ada yang mangkal di depan ATM, masjid-masjid, SPBU dengan dalih untuk yayasan anak yatim dan lain-lain. Bila ada lambang merah putih dan dunia itulah ciri-ciri mereka, juga bila ada ajakan untuk memperbaiki iman dengan berhijrah untuk berjihad  harus waspada.

NB: Tulisan ini hanya pemikiran pribadi, semoga bermanfaat dan kita semua dilindungi Allah SWT, agar citra sebagai seorang muslim tidak dirusak oleh oknum-oknum radikal dan mementingkan golongannya sendiri.

21 thoughts on “Waspadai Orang yang Ngomong Hijrah-Jihad

  1. Marilah kita selalu berdoa, berusaha, dan introspeksi. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, keluarga kita, keturunan kita, negara dan bangsa kita dari adzab-Nya, serta menganugerahkan petunjuk dan jalan lurus yang diridoi-Nya. Amin…

  2. NII ya … sudah sejak SMA doeloe dengar nama itu. nii/ N sebelas kami menyebutnya doeloe. mlah sempat mempunyai teman X N sebelas. lama banget tuh N sebelas, tapi ramenya sekarang2 ya… xixi kemarin pada kemana aja (8 tahoen yang lalu) …:mrgreen: doeloe waktu EsEmA, banyak banget faham2 sejenis N Sebelas ini. kayak LDII dan Syiah. pokoknya hati2 aja. Pemahaman agama mesti dan kudu bener2 mantap. yang pada mau ikut kajian jangan sembarangan ikut. apalagi ikut2an. dan terakhir kalo mau belajar agama jangan sendiri-an. berjamaah lebih baik, karena nanti bisa saling mengingatkan.
    sekalian akang2 + teteh2 yang mau masuk kuliah, siapkan diri kalian, karena faham2 itu tumbuh subur disana, perguruan tinggi Islam sekalipun. biasanya mereka yang baru masuk menjadi sasaran empuk.
    xixixi… itu kata mantan lho bukan yang nulis…🙂

    take action.

    • N sebelas tuh ternyata nama kelas toh? saya sampai mengerutkan kening. hahaha😀
      iya nih ga boleh asal ikut-ikut kajian agama. harus diselidiki dulu, kalo perlu nyewa detektif. xixixix
      Kang yusup, boleh nih ngasih masukannya. hatur nuhuuuuunnn…

      • :mrgreen: iya teh, kami waktu itu tidak menyebutnya En i i, tapi En Sebelas. Sebuah pelecehan kalo kami menyebutnya En i i, soalnya perjuangannya jauh dari Nama-nya. lebih Cocok dengan En Sebelas, untuk menggambarkan perjuangan non-islam. xixixi … itu pandangan kami waktu ES EM A doeloe …🙂

        take action!!!

      • Kang Yusup :

        Iya kang, masa SMA emang paling seru sedunia, nomor 2 setelah masa kecil. hehehe
        Hayu atuh buat runian buat N sebelasnya. (kang Yusup SMAnya taun berapa. saya taun berapa…hahahaha)

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s