Kerikan – Kerokan

Seorang turis berkunjung ke salah satu desa wisata yang berada di salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Turis tersebut merasa heran melihat seorang penduduk yang sedang melukis punggung penduduk lainnya dengan sebuah uang koin. Turis tersebut pun menanyakan apa yang dilakukan penduduk tadi pada tour guide nya, “What they’re doing?” Guidenya dengan enteng menjawab “Body painting to cure flu disease “

Hihihi, saya jadi nyengir membaca koran milik teman saya yang sudah lewat tanggal terbitnya itu.
Memang susah mendeskripsikan apa yang dilakukan penduduk tadi.

Ya, Kerikan atau Kerokan memang salah satu cara penyembuhan tradisional yang “indonesia banget” dengan cara dikerik atau dikerok pada bagian yang sakit, pegal dan nyeri di badan. Agar tidak terlalu sakit dan melicinkan biasanya digunakan minyak kelapa, balsem, minyak kayu putih, minyak jahe atau minyak telon.

Setelah dikerik atau dikerok *whatever-lah namanya akan timbul warna merah sampai hitam dan gosong pada bagian yang dikerik tergantung dari tingkat keseriusan penyakit dan kekencengan ngerikin *hehehe. Semakin menua warna kulit menunjukkan semakin berat gangguan penyakitnya. Sakit yang bisa disembuhkan dengan dikerik ini bermacam-macam mulai dari masuk angin, demam, mual, kembung, flu, dll.

Kalau orang eropa saat kena gejala  flu (common flu) dengan makan sup panas, pergi membeli obat flu kemudian membungkus tubuh dengan selimut tebal, orang timur terutama orang jawa untuk mengatasi kondisi ini dengan  minum sesuatu yang hangat seperti teh hangat atau wedang jahe akan tetapi yang paling terkenal dan manjur tentunya dengan kerikan.

Menariknya, banyak orang barat yang berusaha mempelajari teknik kerikan ini sampai berguru ke padepokan di Surakarta dan Yogyakarta. Salah satu padepokan untuk mempelajari teknik kerikan ini adalah padepokan Lemah Putih, didaerah Mojongsongo Surakarta. Meski awalnya dianggap tidak masuk akal oleh orang barat, ternyata terapi ini terbukti efektif dan murah.

Pada saat dikerik, terjadi peningkatan energi yang dilakukan dengan pemberian rangsang kulit tubuh bagian luar. Dengan merangsang permukaan kulit lewat dikerik, saraf penerima rangsang di otak menyampaikan rangsangan untuk menimbulkan efek memperbaiki organ yang terkait dengan titik-titik meridian tubuh seperti misalnya organ paru-paru.  Efek kerokan yang hendak dicapai adalah mengembangnya pembuluh darah kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak, sehingga darah kembali mengalir deras.

Sebaiknya kerikan dilakukan dari atas ke bawah atau bisa juga mendatar. Bagian tubuh yang biasa dikerik antara lain punggung, leher, dada, bahu dan pinggang. Akan tetapi kalau Anda ingin berkespresi boleh-boleh saja dikerik di betis atau lengan *lumayan kan untuk pengganti tatoo.hehehe yang penting jangan dibagian wajah, bokong dan kelamin. Satu hal yang perlu diingat, jangan mandi setelah kerikan karena pori-pori kulit dalam keadaan terbuka. Apabila sakit tidak kunjung sembuh, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter🙂

Sumber: http://www.kompas.com/kesehatan/news/0401/28/052518.htm

Hayo-hayo siapa disini yang rajin kerikan? ^^

30 thoughts on “Kerikan – Kerokan

    • Emang bener Mas Adnan, kalau dikerokin habis itu enakan. Di kost juga ga ada yang bisa. Ada yang bisa, tapi ngerokinnya alus banget kaya di usap-usap doank. Bukan sembuh, malah geli, hihihihi

  1. ‘Kerokan’ nya susah di translate ke English, gitu juga ama penyakitnya ‘Enter Wind’😀

    Anyway, saya sebenernya suka dikerok, tapi ternyata orang tua ga suka kalo anaknya kecanduan keroka, ga baik buat kesehatan katanya –“

  2. Assalamualaikum Marchei..

    Waah.. kerokan ya ?! belum pernah nih, dan kayanya mending minum obat aja, takut ketagihan (kata orang tua-tua sih kerokan bikin nagih :mrgreen:)

    Salm kenal ya,
    Kunjungan perdana nih, semoga berkenan😉

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s