Cita-cita yang Terlupakan

Disebuah group facebook, salah satu kawan saya mengirim sebuah status.

“Teman, apa cita-cita kalian?”

Jegleek!!

Kalo pertanyaan itu ditanyakan saat SD, mungkin saya gak usah mikir sesulit ini. Ada banyak cita-cita yang seliweran waktu itu. Semuanya indah dan menkjubkan. Jari saya malah tidak cukup menghitungnya. Mulai dari cita-cita standar seperti dokter, guru, pramugari, sampai jalan-jalan keliling dunia.

Sekarang, saya terjebak. Benar kata kawan saya tersebut. Sadar atau tidak saat kita beranjak dewasa kita mulai melupakan cita-cita itu. Kemana cita-cita yang dulu menakjubkan itu?

Saat beranjak dewasa, mimpi dan kenyataan seperti pisah kongsi. Mereka bubar dengan enggan. Menunggu langkah selanjutnya, yang akan menimbulkan mimpi-mimpi baru.

Kawan saya yang lain mengomentari “Dulu saya bercita cita ingin menjadi marinir… angkatan laut .. tapi karena mata saya mines dan gigi saya berlubang, waktu itu saya tidak bisa mendaftar.. hahhahaha”.

Miris rasanya.

44 thoughts on “Cita-cita yang Terlupakan

  1. saya masih punya cita2 yang perlu direalisasikan agar saya tidak mati penasaran hehehe
    pengen punya taman bacaan, agar tersedia akses baca buat anak2 di sekitar sini, siapa tau salah satu dari mereka kelak justru jadi penopang negeri ini ‘kan?🙂

  2. Saya pernah liat ibu saya mengajar di TK, kebetulan beliau seorang guru TK. Ketika itu ibu saya bertanya kepada anak didiknya, “Kalian kalau sudah besar mau jadi apa?”. Dan salah satu muridnya menjawab, “Saya ingin Jadi Sopir angkot bu!”. Saya gak tau apa yang ada di pikiran anak kecil itu, mgkin dia melihat keasyikan tersendiri berprofesi sbg sopir angkot. Sampai sekarang masih geli mengingatnya..

    • Saya juga punya pengalaman waktu KKN. Waktu itu hari pertama ngajar di SD. Setelah perkenalan tentang diri saya,saya gantian menyuruh satu persatu siswa maju ke depan untuk memperkenalkan diri juga. Nama, hobi dan cita-cita.
      Salah seorang anak berkata “cita-cita saya mau jadi penjahit”.
      Jeduug!!! saya kaget dengernya. Tapi saya ga berani komentar. Pikir saya, “oooh… mungkin maksudnya desainer seperti ivan gunawan (karena anak itu cowok)”.
      Hehehe

  3. Ibuku ingin aku jadi dokter gigi..
    Biar banyak pasien penghasilanpun tinggi ..
    Bapak inginku jadi priayi berdasi
    Dapat tempat basah juga cari posisi ..

    Entah aku nanti jadi apa..?
    Entah aku jadi apa saja (terserah)
    Asal.. kecil bersuka dan muda terkenal..
    Tua kaya raya mati masuk surga ..

    Sepenggal lirik lagu slank menggambarkan kebingungan ingin menjadi apa,yang penting kita berilmu dulu

  4. wah…iya juga ya? bingung aku kalau sekarang ditanya cita-citanya apa. Yang jelas, harapanku sekarang, ingin memberikan putra-putriku kelak banyak kesempatan yang dulu tidak pernah saya dapatkan. ^_^

    • Amiinnn… mudah2an terkabul ya Mbak Aryna doanya.

      Ibu saya juga bilang begitu ke saya. Mungkin nantinya saya juga akan menularkan ke “calon anak” saya (sekarang belum nikah, mungkin lebih tepatnya balon – bakal calon. hehehe)

  5. Bener banget. Semakin dewasa, kita semakin lupa sama cita2 kita. Hmm dulu waktu saya masih kecil, cita-cita saya pengen jadi Power Ranger biru…Eh kayaknya cita2 saya itu memang pantas untuk dilupakan -__-

    • Hahaha..

      Sepupu saya, ricky (10 tahun) juga cita-citanya jadi power ranger merah. Katanya karena robotnya bisa berubah jadi bentuk burung (alasan yang gag jelas).

      Mungkin kalo cita-cita kalian jadi kenyataan, kalian bisa kerja satu team.

      xixixixi

  6. hmmm… seingat saya dari kecil tak pernah bilang atau becita-cita mau jadi apa, banyakan mengalir saja. yg saya ingat cuma keputusan waktu SMA dulu, tak mau jadi PNS, alhamdulillah kesampaian. sisanya kembali lagi mengalir saja, yg penting saya tenang & bahagia, itu cukup.

  7. Cita-cita bukan untuk dipendam dalam-dalam, kalau kita memang benar-benar ingin meraih cita-cita itu, mungkin akan hampir semua cara akan ‘dihalalkan’.

    Mata minus bisa dinormalkan, gigi berlubang bisa ditambal… tinggal seberapa besar ambisi kita untuk meraih cita-cita tersebut, dan saya juga pernah menuliskan mengenai ambisi ini🙂

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s