Minggu Pagi di Simpang Lima

Ini tentang cerita saya yang bangun terlalu pagi dan diseret-seret pacar saya untuk jalan-jalan.

Bayangkan jam 4.30 pagi setelah adzan shubuh, sang abang ini sudah cerewet sekali miss call- miss call  sampai  9 panggilan tak terjawab.

Setelah perjuangan keras untuk shalat, ganti baju, nguncir rambut seadanya,  jam 5 pagi itu saya sudah nangkring di atas motor, lengkap pake helm minus mandi *airnya dingin sekali sih…biasa ngeles…hehehe

Baru kali ini saya jalan-jalan sepagi ini. Kalo jalan-jalan sampai larut malam saya pernah. Tapi jalan-jalan terlalu pagi baru kali ini. Sampai di Jalan Pahlawan Simpang Lima Semarang, para pedagang sudah rapi menggelar lapaknya. “Wuiiih… mereka bangun jam berapa?” pikir saya.

Setiba disana kantuk saya hilang terganti minat untuk berbelanja dan jalan-jalan kuliner. Banyak sekali macam-macam dagangan yang dijual disini. Mulai dari bantal-guling, alat-alat tukang, aksesoris hp, baju anak dan dewasa (baju bekas juga adaa…), aksesoris rambut sampai jajanan kuliner seperti kerak telor, tahu gimbal, pecel, mendoan banyumas, dll.

Pict.1 Seorang bule memperhatikan kepiting sawah (Parathelphosa spp). Ini juga dijual lho… “Tenang Mbak bule, saya juga baru tahu kok ada kepiting di sawah”. hehehe


Pict. 2 Baju-baju anak juga ada.

Pict.3 Saya sedang pose di tengah jalan Pahlawan. narsis banget.

Berjalan-jalan mengitari Simpang Lima, membuat perut saya keruyukan. Aha! ada Mendoan. Camilan yang terbuat dari tempe kemudian dibaluri dengan tepung terigu dan digoreng basah konon merupakan jajanan khas Banyumas. Saya suka Mendoan yang basah ini. Walau minyaknya tumplek blek dan bikin tenggorokan gatal tapi hayuuk aja deh. Mendoan ini dijual Rp. 1.250,00 perbuah. Lumayan mahal sih. Kalau di tempat Mbah saya di Cilacap, Mendoan segede piring masih dijual Rp. 500,00 perbuah *ya iyalaaah…namanya juga di desa. hihihi

Pict. 4 Jajanan Mendoan Banyumas

Mendoan belum juga habis saya lahap. Saya sudah tertarik dengan jajanan di depan mata. Sup yang di atasnya dikasih Roti kriuk-kriuk. Saya pertama mengira, sup tersebut di dalam rotinya, seperti yang pernah saya tonton di tivi. Tapi setelah saya intip, ternyata mangkuk -> dikasih sup berisi jagung dan potongan dadu daging ayam berkuah putih seperti susu*atau santan ya..? -> ditutup dengan lembaran adonan roti seperi kulit lumpia -> dioven -> rotinya mengembang -> saya makan -> kenyang deh. hehehe.

Sup roti ini beneran bikin kenyang *atau klenger ya? hihihi. Supnya enak panas-panas, tapi lama kelamaan rasanya langsung enek. Kasus yang sama seperti saya makan pizza. *tipikal wong ndeso banget. wkwkwkwk.

Satu porsi sup roti ini dibanderol Rp.5.000,00. Lumayan ya? Apalagi sambil duduk lesehan — ditingkahi sinar mentari pagi — orang lalu lalang hilir mudik — saya belepotan makanan — si abang saya perkaryakan *sebenernya lebih pas kalau dipekerjakan untuk memotret saya dengan berbagai pose. hihihi

Pict. 5 Sup Roti yang bikin  klenger

Bagaimana week end sobat semua? ayo dishare yaaaa….

33 thoughts on “Minggu Pagi di Simpang Lima

  1. Hahaha masa’ air di semarang dingin? Semarang dataran rendah ‘kan?😀
    Gimana kalo tinggal di Bandung, coba…😆

    Para pedagang itu ya pasti gak tidur semalaman, sejak semalan udah nungguin lapak.🙂

  2. Hai…waduh baca tulisan ini jadi kangen ma Semarang. Saya pernah tugas di sana 7 taun yang lalu. Saya ingat, di pojokan Simpang Lima ada yang jualan tahu petis yang kami suka sebut tahu aspal karena item petisnya. Masih ada ngga ya? Kalo malem minggu rame banget dah di simpang itu…wish I could go there again…

    • Hai juga Mas Swardika… Senangnya punya memori yang banyak akan kota ini. Saya baru 4 tahun Mas di kota ini.
      Saya kurang tau “tahu aspal” favorit Mas Swardika. Nanti saya akan investigasi dulu. hehehe

    • hehehe… saya juga aneh ada kepiting di sawah. Kalau kata ibu saya itu namanya yuyu. Bukan begitu Mas Pai?

      Mungkin nantinya bule juga akan heran denga kura-kura selokan dan undur-undur. hehehe

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s