Fakta Alay – ‘Hanya Dia dan Tuhan yang Tahu’

Pernah baca nama profil di Facebook yang seperti ini:

1.Rhiie Ceiinounakarhien’permaesurydkc
2.Fiqry’The King OfAllkingdoms Saforcada
3.Lim HyunYong Loverholicshinee’lucifer
4.Triia-Vandiextri’luphsujuelf Thatathiia-tetehlikechoKyuhyun

Saya tiap online, pasti langsung mutar otak untuk baca tulisan kaya gini. Huuh…daripada mata jumpalitan saya unfriend aja mereka. Nama-nama ini sumpah ‘hanya dia dan Tuhan yang tahu’.

Yup, merekalah yang biasa disebut alay. Kali ini saya mau share tentang fenomena alay yang sudah lama wara-wiri ada di antara kita. beugh… sampai dijadiin fenomena..hihihi. Mungkin juga alay itu kita sendiri tanpa di sadari. wkwkwkwk…

Menurut Om Wikipedia , Alay (atau 4L4Y, Anak Layangan atau Anak Lebay) adalah sebuah fenomena budaya pop di Indonesia. Sebuah streotip yang menggambarkan sesuatu yang “tacky” dan “cheesy” (Norak atau kampungan, dalam bahasa Indonesia). Fenomena Budaya Alay menjangkau hingga beragam gaya dalam musik, pakaian dan pesan. Hal ini sering dibandingkan dengan fenomena Jejemon yang berasal dari Filipina dan Harajuku dari Jepang.

1. Alay menyukai lagu yang ‘cenderung terbawa mode’

Alay-alay yang seringkali ditemukan itu ‘menyukai’ lagu-lagu yang istilahnya ‘cenderung terbawa mode’ atau menurut mereka ‘keren/gokil/gaul’, padahal mereka hanya sekedar ikut-ikutan biar dibilang keren. Bukan karena musikalitas. Biasanya beraliran rock, punk, atau metal. Contohnya bisa dari dalam negeri seperti PeeWee Gaskins, atau dari luar seperti Secondhand Serenade, The Red Jumpsuit Apparatus, Avenged Sevenfold, bahkan hingga blink-182 dan Metallica!

Dengan menjadi ‘penggemar’ musik-musik mereka, kemudian mereka mencaci dan menganggap rendah musik-musik/musisi-musisi tertentu; biasanya musik-musik yang diluar ‘selera’ mereka (yang menjadi korban biasanya musik-musik yang lebih slow/ngepop), dengan mengatakan ‘musik banci’, ‘lagu bencong berkuntul’, dsb. Mereka mengaku-ngaku membenci lagu-lagu seperti itu padahal aslinya malah lebih menyukainya.

Kalaupun yang ‘pop’, biasanya lagu-lagu mainstream standar acara-acara musik di televisi-televisi swasta seperti Inbox, Dahsyat, dll; atau menjadi soundtrack sinetron-sinetron. Biasanya grup musik/penyanyi yang cenderung mengikuti pasar. (untuk saat ini musimnya pop melayu). Contohnya The Virgin, ST12, Ungu, Derby, Hello, Ridho Rhoma, Lyla, Five Minutes, D’Masiv, dsb.

Aslinya, mereka justru lebih menyukai lagu-lagu semacam ini ketimbang lagu-lagu yang mereka anggap ‘keren’ tersebut. Hanya saja mereka ‘jaim’ sehingga mereka menikmati lagu ini secara sembunyi-sembunyi atau menyelipnya di ‘tumpukan’ lagu-lagu yang mereka anggap ‘keren/gaul’ di playlist mereka. Maksudnya biar tidak ketahuan bahwa mereka menyukai lagu seperti itu.

2. Alay menyukai grup musik/musisi dari bentuk fisik personilnya

FYI, selera musik mereka juga mencakup aktor/aktris yang terjun ke dunia musik, meskipun kualitas musiknya pas-pasan sekalipun!
Contoh: Lyla (katanya vokalisnya ganteng), The Titans (katanya vokalisnya ganteng juga), The Adlys (mentang-mentang ada Adly Fairuz), Irwansyah, The Sisters (mentang-mentang ada Shireen Sungkar), Derby, dsb.

Mereka seringkali ‘judge a book by its cover’, kalau vokalisnya jelek atau ‘muka melas’, menurut mereka sudah pasti musiknya ‘melas’ juga, kalau vokalisnya gendut musiknya ‘nyesekin’, dsb.hehehe,

Ingat, sama sekali tidak ada hubungan antara tampang dengan musikalitas!. Musikalitas itu lebih dekat dengan suara dan kemampuan memainkan alat musik dengan alat-alat tubuh tertentu. Musik itu bukan seni peran yang lebih mengedepankan tampang dan akting.

Di luar sana, banyak sekali musisi meskipun dengan penampilan fisik yang (maaf) menengah ke bawah namun mampu menghasilkan musik yang jauh lebih berkualitas ketimbang grup-grup musik/musisi-musisi yang mengandalkan tampang, tetapi musikalitasnya cenderung mengikuti pasar.

3. Alay berasal dari tingkat ekonomi bawah sampai atas

Memang sifat alay itu karena pengaruh lingkungan, dan lingkungan yang identik dengan ke-alay-an itu memang tidak dapat dipungkiri, didominasi oleh kalangan menengah ke bawah. Tetapi banyak juga alay yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Biasanya OKB (orang kaya baru), tetapi OKL (orang kaya lama) juga banyak. Mungkin karena pengaruh lingkungan yang mendidik mereka untuk mempunyai sikap alay.

Mencakup orang-orang yang sok keren, tukang pamer, dan yang suka menganggap rendah orang-orang yang berada di bawahnya. Contohnya seseorang yang mempunyai BlackBerry, lalu menganggap rendah orang-orang di sekitarnya yang mempunyai ponsel yang hanya mempunyai fitur sms dan telepon, dengan menganggap mereka *ucup*, tidak gaul, atau miskin. Padahal BlackBerry hasil merengek atau bahkan mengancam orang tuanya; bahkan dia sendiri kurang mengetahui fitur-fitur BlackBerry.

4. Alay lebih dominan ada di kota-kota kecil

Orang alay banyak juga yang ditemukan di wilayah perkotaan bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung. Mungkin yang orang tuanya mengadu nasib di sana. Tetapi lebih dominan di kota-kota kecil atau masih bersifat kedaerahan seperti Serang, Cilegon, Sukabumi, Cirebon, dll (maaf yang tinggal di kota kecil, bukan berarti Anda juga alay).

Kita tahu sendiri, kasus-kasus kriminal seperti tawuran atau melibatkan geng-geng yang umumnya melibatkan anak-anak ABG (biasanya SMP atau SMA awal bahkan SD akhir) lebih banyak terjadi di mana? Kenakalan remaja seperti tawuran dan merusak fasilitas umum merupakan imbas dari budaya alay yang ‘selalu ingin dibilang keren/gaul’.


5. Orang alay kLo cHaT tuLi5aNnY4 g3d3 k3ciLzZzZ, p’koQnY kY 9iNi Lh, 9auLzZz meNzZz!!!!!!!!!!!!!

Benar, meskipun belakangan sudah mulai jarang…

Tulisan s’pRt1 ni3 memang ‘warisan’ dari jaman Friendster, jaman *piip* Online, jaman Nokia N Series masih sangat booming juga, sekitar pertengahan 2004 hingga awal 2008.  Jaman-jaman segitu mungkin masih dibilang unik, bahkan imut. Tetapi jaman sudah berubah, seiring cara pandang orang-orang jaman sekarang. Tulisan seperti itu dianggap ‘merusak mata’ dan bahkan ‘memutar otak’ untuk membacanya. Tetapi sekarang para alay sudah mulai ‘sadar’. Sudah jarang tulisan 9de kciLz ditemukan. Hanya saja, penyingkatan hingga tulisan sulit untuk dibaca, sok imut, serta pe-lebay-an kata masih bisa dirasakan.

Contoh:
Aku —> aq, aky (aki mobil kali… atau aki-aki?)
Saya —> sy (sy maknanya juga bisa berarti ‘say’)
Gw —> w, g, ge, guw (g maknanya juga bisa berarti ‘gak’)
Dia —> dya (apa salahnya sih menggunakan ‘dia’? jumlah hurufnya sama ini)
Mereka —> mrk (merek?)
Kita —> qta, qt (qta? qta qutawa?)
Kalian —> kly, kln, klyn (klien?)
Gak Tahu —> gtw, gaq tw

6. Alay bisa dilihat dari Isi Hp-nya

Isinya?
Pictures —> foto narsisan up to 300 or more images, dari mulai pose nungging hingga memakai kacamata hitam ); atau foto narsis yang diedit dengan menambahkan tulisan ‘pRiNceSz’ dan ditambahkan mahkota tidak jelas (diedit sendiri dengan menggunakan Photoshop, bahkan minta di-edit orang lain)? Untuk foto di Facebook tentunya!

Music —> lagu-lagu khas abg alay sok keren, biar dibilang keren, gaul, rock, metal, emo, romantis, whatever serta ‘dalem’, dari mulai PeeWee Gaskins hingga The Virgin.

Video —> video lagu-lagu cengeng atau khas abg alay yang pengen dibilang keren.

Notes —> puisi cinta bikinan sendiri, biar dibilang romantis atau ‘daleeeem’. Mungkin buat notes di Facebook. Entahlah murni hasil bikinan sendiri atau ada unsur copy paste ‘terinspirasi’ ataukah juga menggunakan bahasa-bahasa sok imut dan lebay?

Kamera 2-5 Mp hanya untuk narsis?

Baru-baru ini, kabarnya para alay sudah mulai menyentuh BlackBerry dan iPhone.
*hanya ‘menyentuh’ ataukah ‘tersentuh’ ingin membeli BlackBerry dan iPhone, dan sedang memikirkan bagaimana caranya memeras orang tua?*

7. Kebanyakan alay memakai baju distro abal-abal

Alay sepertinya lebih identik dengan kaos-kaos band-band metal/hardcore/rock, padahal ditanya sejarahnya atau lagu-lagunya tidak tahu. Hanya suka gambarnya saja dan karena ingin dibilang gaul/keren. Tapi ada juga alay yang memakai kaos-kaos bergambar emo.

Alay juga identik dengan kaos-kaos dengan tulisan-tulisan Bahasa Indonesia sok keren, termasuk tulisan-tulisan sok Bahasa Inggris padahal penulisannya dan grammarnya salah atau maknanya tidak jelas. Misalnya kaos-kaos dengan tulisan ‘p4niti4 h4ri ki4m4t’ atau ‘perset*n loe semua’, atau untuk versi sok Bahasa Inggris misalnya kaos bertuliskan ‘I LAVE YOU FOREVER MY LAVE’. (jangankan tulisannya yang salah, maknanya kalimatnya saja basi abis)

Sumber tulisan ini di edit, di copy dan dipaste dari  sini, gambar dari sini dan sini

49 thoughts on “Fakta Alay – ‘Hanya Dia dan Tuhan yang Tahu’

  1. ya kalo sekarang, huruf gede kecil udah hampir punah !!!!
    Tapi kan alay suka menghina orang kagak gahool, nah tulisan ini kan artinya ngehina alay tuh gak gahool !!!!
    Bingung ane !!!!

  2. huahahahaha
    jaman smp dulu tu bener2 jadi ngetren, termasuk saya. tapi pas masuk sma uda tobat, soalnya jari uda kriwil bin kriting ngetiknya lama

    • Iya saya juga ngalamin pas jaman SMP, tulisannya gede kecil gitu pake angka malah kadang2. misal tulisan, gitu jadinya –> g2
      ganggu jadinya –> g3

      sampai saya dimarahin bokap. karena saya lupa SMS beliau juga pake kaya g2 (loh kok jadi alay lagi?)
      hehehehe

  3. Hehe setuju dengan pemaparan 4L4Y di atas😀
    Kalo gue sendiri suka band ya karena kualitas musiknya🙂
    Misalnya band jepang, L’Arc~en~Ciel😀

    • Sukur deh kalo udah sembuh.. (sekali lagi disini, alay seperti jenis penyakit baru).
      Sepertinya bentar lagi saya harus konsultasi dengan para dokter yang jadi dosen saya.

      “Bu, apakah alay ini bisa diobati?”
      “Bagaimana cara mendiagnosa seorang terkena alay-isme?”
      “Baik, saya anamnesa dulu kalau begitu, selanjutnya akan saya rekomendasikan untuk MRI”

      hihihihi, imajinasinya terlalu tinggi mamen..

  4. males liat acara tv “dahsy*t”,. soalnya selalu ada yang nari2 nggak jelas, itu termasuk alay kan?,

    tapi kok saya tersindir pas yang sms disingkat2 ya?, hehehe,,
    contoh: eh, ntar jd brgkt jm brapa?,
    termasuk alay nggak sih?, nggak kan? (<<membela diri)

    • Kalo disingkat2, kayanya semua yang bisa sms disingkat deh. termasuk bokap saya. apakah bokap saya juga alay?hehehehe… kalo nyingkat sms kayanya ga ada hubungannya dengan alay. cuman yang tulisannya besar kecil ga jelas.

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s