Tidak Diet, Di Denda 50 Dolar

Haduuuuuhhh…. sudah 4 bulan saya uring-uringan karena berat badan ini tak kunjung turun. Semenjak saya ngutak-ngatik skripsi, berat badan saya naik 5 Kg. Owh..sungguh tak kece lagi. Padahal napsu makan saya biasa saja. Mungkin karena setiap hari saya hanya ngejogrok di depan laptop, sehingga kalorinya yang terbakar untuk otak saja.

Pokoknya, kalau skripsi ini selesai. Saya akan diet! Tak elok dipandang kan, pakai kebaya+toga dengan bentuk badan bulet seperti ondel-ondel. Tapi ada nih, negara yang mendenda orang gemuk jika tidak berdiet. Padahal, Kalau di Indonesiaada orang gemuk suka dibilang, “Waah…sekarang makmur ya?”. Hahaha…jadi badan gemuk dan berisi dipandang sudah sejahtera dan makmur. *ngelus dada.

Pemerintahan negara bagian Arizona di Amrik sono  punya kebijakan radikal terhadap orang gemuk yang malas berdiet. Orang gemuk yang punya tunjangan kesehatan wajib diet kalau tidak akan dikenai denda 50 dolar AS atau hampir Rp 450 ribu.

Pemerintah Arizona punya alasan kenapa orang gemuk yang malas diet akan dikenai denda. Hal ini karena ukuran lingkar pinggang semakin berkembang yang tentu saja akan berpengaruh terhadap peningkatan biaya anggaran yang terkait dengan masalah tersebut.

Selain itu perokok dan penderita diabetes yang mengabaikan nasihat medis dari dokter juga harus membayar denda tersebut. Tapi anak-anak dan orang yang kelebihan berat badan akibat kondisi medis tertentu akan dibebaskan dari denda ini.

Minoca Coury selaku asisten direktur program Medicaid Arizona mengungkapkan tujuan dari denda ini adalah untuk mengubah perilaku dengan menggunakan pendekatan. Cara ini juga diharapkan bisa mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi.

Coury menuturkan bagi masyarakat dengan kelebihan berat badan yang telah berhasil memenuhi target untuk menurunkan berat badannya akan dibuatkan video atau diberikan jenis insentif lainnya. *Horaaay…bisa masuk TV nih.

Pemberlakuan sistem denda ini dikarenakan Arizona memiliki proporsi tertinggi kedua dalam hal penerima Medicaid (Semacam Jamkesmas di Indonesia) di AS dan seperempat penghuninya diklasifikasikan sebagai obesitas (Tingkat Obesitas di Amerika, merupakan salah satu yang tertinggi di dunia)

Salah satu masyarakat yang melakukan diet ketat ini adalah Kevin Woodman, sebelumnya ia memiliki berat badan 120 kg, tapi setelah melakukan diet kebugaran ketat serta mengurangi karbohidrat selama 9 bulan kini berat badannya menjadi 73 kg.

Meski begitu tidak semua orang menyetujui gagasan ini. Senator Kyrsten Sinema berpikir bahwa hal ini tidak adil, misalnya pada nenek yang terkena diabetes dan dikenakan sanksi.

Kalau menurut sobat bagaimana?

Sumber: DetikHealth

47 thoughts on “Tidak Diet, Di Denda 50 Dolar

    • hehe..iya betul Mas Aan. Perilaku konsumsi masyarakat Indonesia sudah condong seperti orang barat yang serba instant, full lemak dan tinggi kalori. GA aneh deh banyak yang stroke sama sakit jantung disekitar kita.

  1. haha.. gila tuh orang..
    gemuknya kayak sapi brahma..
    betewe link’nya udah gue pasang sist..
    silakan di lihat..🙂

    • kasihan juga siih.. jahat banget ampe di denda. kan diet itu kesadaran diri, kalo gendut yang ngerasain juga dirinya sendiri. betoool?
      hehehe😀

      Kuliah di Semarang. Tapi orang sunda.😉

  2. wah, ini beda sama kakak saya. kalo dia pas ngerjain skripsi beratnya langsung turun 4 kilo. haha

    Menurut saya sih ini memang ga adil. setiap orang kan berhak menentukan nasib mereka. Hm, ini menyangkut Hak Asasi Manusiaga ya?

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s