Saya dan Si Gondrong

“Eh dulu rambut Abang gondrong ya?”

Saya sedikit speechless saat membolak-balik  album foto milik si abang ini. Rambutnya lurus rapi terjuntai sebahu. Untung saja waktu itu si Abang ini belum jadi pacar saya. Coba saja waktu itu saya sudah ‘jadian’ dengan dia, sudah saya babat rambutnya sampai habis waktu dia tidur. Hahaha… saya sadis ya?

Memang saya sedikit alergi melihat cowok gondrong ini. Kok lihatnya ‘cantik’ banget. Apalagi macam pemain drama korea yang rambutnya…’haduuuh…saya tidak bisa harus nulis apa‘.

Jauh sebelum saya mengenal si Abang, saya pernah berkenalan dengan seorang cowok yang rambutnya ga kalah heboh gondrongnya. Panjangnya sudah sepunggung. Hitam dan lurus seperti bintang iklan Shampoo. Sebut saja namanya Andy.

Ini bukan foto Andy, Ini foto Wiro Sableng. Tapi anggap saja rambutnya seperti ini, hehehe

Saya berkenalan karena kebetulan bersebelahan tempat duduk di Bus saat perjalanan ke Semarang. Rupanya Andy ini juga kuliah di Semarang, satu angkatan dengan saya namun berbeda universitas. Sepanjang jalan saya hanya sekilas mengangguk saat dia bercerita dengan kecintaannya dengan musik metal.  Saya lirik kaosnya yang berwarna hitam, ooo…pantes. Di kaosnya itu, dua potong tengkorak lengkap dengan lidah menjulur balik menatap saya. Hiiy…seramnya..

Dan certita saya dan si Gondrong tidak hanya berhenti pada Andy. Saya pernah di-pe-de-ka-te-in oleh seorang cowok yang (juga)  gondrong. Kali ini rambutnya memang lebih rambutsiawi , tapi poninya itu looooh… saya saja (yang cewek tulen) bisa dihitung berapa kali berponi. Tapi cowok satu ini, kyaaa…poninya unyu banget. Poninya dicat pirang, di shagy ke samping, hingga kesannya matanya cuma satu (mata yang satu tertutup poni). Aduuh, apa ga ribet yah poni seperti itu.

Ini Buka Foto Cowok yang lagi Pedekatein saya. Cowok di Foto ini lebih cakep dan keren.

Okeii, mulai serius.. Stop ngomongin tentang saya yang membosankan, hehehe

Gaya rambut itu bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Bahkan seringkali, model rambut bisa menjadi kesan pertama saat pertama kali bertemu seseorang. Intinya, potongan rambut bisa jadi daya tarik seseorang (betul gak??? betul gak???)

Namun, kebanyakan cowok ternyata tidak menyukai potongan rambut wanita dengan model bob, atau berambut pendek. Sedangkan sebagian besar wanita tidak menyukai pria gondrong alias berambut panjang.

Tentu saja, pria dan wanita punya alasan tersendiri saat tidak menyukai model rambut tertentu. Namun, apa alasan wanita tidak memberikan respon positif pada pria berambut panjang?

Seperti dikutip dari laman YourTango, sebuah jajak pendapat di sebuah situs online mengungkap, alasannya adalah pria berambut panjang, terutama yang tidak terawat akan terlihat berantakan, jorok dan kotor. Meski bagi beberapa wanita, pria berambut panjang terawat terlihat seksi, tapi banyak wanita yang justru merasa tersaingi. Karena, bisa jadi rambut pria tersebut lebih indah dari rambutnya.

Selain itu, gaya rambut pria paling menyebalkan buat wanita adalah yang panjang dan gimbal. Menurut wanita, pria dengan rambut gimbal umumnya tidak bisa menjaga kebersihan tubuhnya yang lain.

Itulah alasan lebih banyak wanita yang tidak memilih pria berambut panjang sebagai pasangan. Jadi, bagi pria yang sedang mencari pasangan, mungkin bisa memotong rambut panjangnya untuk memikat banyak wanita, hehehe…

Dicomot dan di modifikasi dari  VIVAnews

58 thoughts on “Saya dan Si Gondrong

  1. hihiihi,,, saya juga pernah gondrong ko mba,, dan saya hanya ingin membuktikan, tidak selamanya orang yg rambutnya gondrong itu konotasinya negatif.. hehehe,, kira2 sampai sepundak dulu rambut gondrong saya,,
    tapi skarang sudah tek babat..😀

    • Saya nyengir lebar liat terangnya jidat Mas Asop.Tapi kelihatan emang lebih ringkes (emang buku diringkes?hehehe)
      piss ya Mas?

      Duileeeh… berarti banyak nih yang yang daftar jadi pujaan hatinya Mas Asop😆

  2. dulu waktu semester2 awal kuliah sebagian bsar teman2 pd gndrong,setelah menginjang semester 5 udah mulai dipendekin (bosan).mungkin krn pengaruh waktu SMA kita sering dikekang dgn rambut pendek akhirnya setelah bebas dgn tekanan malah coba2 rambut gondrong.

  3. berkunjung balik~~
    salam kenal dari dioscurious yak. ^^v
    saya kebetulan nggak suka dan nggak akan pernah berambut panjang, paling panjang juga cuma sekerah kemeja.
    kenapa?
    karena kepala saya bisa berjerawat kalo sampe berambut panjang.____. benar2 menyusahkan.

  4. Huwaahahaha…begitu baca tulisan ini, jadi mikir2 untuk tampil gondrong😀

    Saya sedang berencana untuk gondrong sebab penampilan saat ini terlalu mpriyayi. Gondrong dikit gpp wong namanya mahasiswa hehehe

  5. Kalau saya sih gondrong itu seni kebebasan, ,asalkan bisa merawatnya dengan serasi berpakaian selayaknya cwo dewasa yang punya seni, hanya segelintir orang menilai aneh,tapi menurut saya seni jika rapi, serasi dengan cara pakaianya,,,gondrong simbol kebebasan bagi yang suka gondrong..

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s