Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Hari ini dan hari sebelumnya, entah ada apa dengan perasaan saya. Kesedihan yang menelikung seakan tiada habisnya. Sekeras apapun saya untuk mencoba bahagia, saya terus merasa ‘patah hati’.

Bukan patah hati seperti putus cinta yang satu itu. Saya hanya merasa…seberapa lama saya akan ‘sok-kuat’ memendam hati.

Selagi semuram badai ini, saya membaca Novel Tere-Liye Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Lengkaplah sudah ringkih hati ini. Ada satu kutipan dari novel ini yang sukses membuat saya sesak karena haru.

Saya belajar tentang kearifan, kesederhanaan dan keikhlasan menerima. Saya belajar senantiasa berbaik sangka. belajar bahwa untuk banyak hal, mengalah itu bukan berarti kalah dan tidak membalas itu bukan berarti tak berdaya ataupun tidak bisa apa-apa. Adakalanya, mengalah berarti bebas. bebas dari nafsu untuk membalas, bebas menerima situasi apa adanya, menjadi apa adanya.


Bayangkanlah sebuah kolam luas,
Kolam itu tenang,
saking tenangnya terlihat bak kaca.

Tiba-tiba hujan deras turun..
Bayangkan,
ada berjuta bulir air hujan yang jatuh di atas air kolam, membuat riak..
Jutaan rintik air yang terus-menerus berdatangan, membentuk riak, kecil-kecil memenuhi seluruh permukaan kolam…

Begitulah kehidupan ini,
bagai sebuah kolam raksasa.
Dan manusia bagai air hujan yang berdatangan terus-menerus, membuat riak..
Riak itu adalah gambaran kehidupannya.

Siapa yang peduli dengan sebuah bulir air hujan yang jatuh ke kolam, menit sekian, detik sekian? Ada jutaan bulir air hujan lain, bahkan dalam sekejap riak yang ditimbulkan tetes hujan barusan sudah hilang, terlupakan, tak tercatat dalam sejarah…

Siapa yang peduli dengan anak manusia yang lahir tahun sekian, bulan sekian, tanggal sekian, jam sekian, menit sekian, detik sekian? Ada miliaran manusia, dan bahkan dalam sekejap, nama, wajah, dan apalah darinya segera lenyap dari muka bumi! Ada seribu kelahiran dalam setiap detik, siapa yang peduli?
Itu jika engkau memandang kehidupan dari sisi yang amat negatif..

Kalau engkau memahaminya dari sisi positif,
maka kau akan mengerti ada yang peduli atas bermiliar-miliar bulir air yang membuat riak tersebut,
Peduli atas riak-riak yang kau timbulkan di atas kolam, sekecil atau sekejap apapun riak itu..

Dan saat kau menyadari ada yang peduli,
maka kau akan selalu memikirkan dengan baik semua keputusan yang akan kau ambil..
Sekecil apapun itu, setiap perbuatan kita memiliki sebab-akibat..

Siklus sebab-akibat itu sudah ditentukan..
Tak ada yang bisa mengubahnya, kecuali satu!
Yaitu Kebaikan..
Kebaikan bisa mengubah takdir..
Nanti engkau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu..
Apalagi kebaikan-kebaikan yang memang dilakukan dengan sengaja..

Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu,
Seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa mengubah siklusnya,
Maka dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik..
Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia,
Mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain,
Tapi dia tetap mengisi sebaik mungkin…

18 thoughts on “Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  1. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…
    Kearifan, kesederhanaan dan keikhlasan adlah ilmu yang sangat sulit diterapkan… Butuh pemahaman yang sangat dalam. Mari kita selalu ber-Tawakal, berfikir positif dan logis serta melakukan kebaikan untuk mendapat ridho-Nya.

    Sekian dulu apabila ada kata-2 yang kurang berkenan, maohon maaf yang sebesar-2nya…

    billahi taufiq wal hidayah, assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

    • Walaikum salam Warohmatullahi Wabarokatuh…

      Terimakasih Abang sudah mengajarkan apa-apa yang belum saya ketahui. Baik yang terang maupun rahasia, semua itu akan selalu saya rangkum, meski memori saya ini diberi keterbatasan oleh Allah untuk mengingat hal-hal terlalu rumit.
      Tapi hati ini akan setia mencatatnya.
      😀

  2. tulisan ini mewakili perasaan gue, kadang pada malam2 tertentu, gue sering merenung dan intropeksi diri, hasilnya gue *kesurupan*, eh..salah
    Hasilnya gue bisa lebih baik menjalani hidup…good luc

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s