Mengenal Perbedaan Herpes dan Cacar

Virus varisela zoster

Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang memberikan gambaran ruam pada kulit. Ruam ini kemudian akan berkembang seperti cacar dan memang kelainan kulit ini menimbulkan rasa nyeri. Herpes zoster biasanya terjadi akibat reaktivasi virus varisela zoster. Jadi, seseorang yang sudah sembuh dari varisela (cacar air) dapat mengalami herpes zoster.

Pada cacar air, kelainan dapat mengenai seluruh badan, sedangkan pada herpes zoster kelainan sesuai dengan persarafan sehingga hanya bagian tertentu yang mendapat persarafan tersebut yang mengalami kelainan. Karena itu, biasanya kelainan terbatas pada daerah tertentu dan hanya separuh badan. Artinya, kelainan tersebut hanya pada bagian kanan atau kiri badan saja. Memang pada kekebalan tubuh yang amat menurun kelainan dapat meluas, bahkan dapat menyeberang pada bagian tubuh lain karena persarafan yang diserang dapat lebih dari satu (multiple).

Gejala khas herpes zoster berupa ruam vesikuler (berair) dengan penyebaran unilateral, tersebar terbatas pada 1-3 dermatom. Daerah yang paling sering terkena adalah daerah dada dan lengan meski daerah lain juga dapat terkena, seperti muka. Jika herpes zoster menyerang muka dan melibatkan mata, rasa nyeri dapat dibayangkan akan semakin hebat. Bahkan, kalau kelainan mata tak ditangani dengan baik, hal itu berpotensi menimbulkan kebutaan.

Demam dan nyeri otot

Sebelum ada gejala kulit, biasanya sudah ada gejala pendahuluan berupa demam, lemah, serta nyeri otot dan tulang. Setelah 4 sampai 14 hari, barulah timbul kelainan kulit. Memang benar herpes zoster akan menghilang sendiri. Pemberian obat (asiklovir) akan mempercepat penyembuhan. Pada orang muda, penyembuhan mungkin menimbulkan sedikit bekas berupa kehitaman pada kulit. Namun, pada orang berusia lanjut dapat terjadi neuralgia post herpetic. Ini merupakan nyeri yang terjadi karena rangsangan saraf dan nyeri ini tetap ada meski herpes pada kulit sudah sembuh.

Pada orang berusia lanjut, masa penyembuhan lebih lama serta kejadian neuralgia ini lebih sering. Pencegahan penularan dengan vaksin varisela diharapkan juga dapat mencegah timbulnya herpes zoster di samping penyakit varisela. Memang ada kekebalan silang antara varisela dan herpes zoster, tetapi tampaknya kekebalan silang tidak terlalu kuat sehingga untuk orang berusia lanjut sekarang sudah tersedia vaksin herpes zoster. Namun, di Indonesia, vaksin baru ini belum ada. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah tersedia.

Rasa nyeri pasca-herpes zoster ini dapat dikurangi dengan terapi antinyeri. Jika dengan obat rasa nyeri tak juga hilang, Anda dapat meminta bantuan dokter neurologi atau bedah saraf untuk melakukan tindakan pada saraf yang terlibat.

Sumber dari sini

One thought on “Mengenal Perbedaan Herpes dan Cacar

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s