Si Gigi Bungsu

Pada suatu hari yang damai… Sekerumpulan gigi  sedang bermain dengan riang bersama sisa-sisa bakwan dan pecel. (ga taat EYD: “sekerumpulan”  apaan tuuh?). Tiba-tiba lahirlah anak gigi yang paling dikhawatirkan kehadirannya. Si bungsu ini paling ngeyel. Udah tau sodara yang lain juga tinggal impit-impitan. Malahan saking dramatisnya keadaan, ada yang terpaksa harus nongol keluar berapa mili.

Nyuuuuuuuttt… nyuuuutt…

Duh…rasanya langsung meriang, cenat-cenut disana sini (ngopi istilah boyband Indonesia yang ke korea-korean).

Kenapa sih tumbuhnya ga sekalian rame-rame langsung plek 32? kenapa harus nyicil 28 dulu, baru 4 sisanya lunas belakangan?

Apa memang harus sakit? Kebanyakan memang terasa sakit namun mengapa gigi bungsu harus tumbuh kalau hanya untuk membuat masalah. Mari kita bersama-sama menelusuri jejak langkah si bungsu yang selalu dipermasalahkan ini.

Menurut artikel kesehatan gigi, si geraham bungsu ini biasa muncul usia 17-21 tahun. Tapi ibu saya malah mengalaminya  di usia 44 tahun.

Gigi bungsu ini sejalan evolusi perubahan  jenis makanan, yaitu manusia modern dari mentah menjadi dimasak. Akibatnya kerusakan pada gigi berkurang. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi mengalami impaksi. Karena jaringan sekitarnya yang terlalu padat, adanya retensi gigi susu yang berlebihan, tanggalnya gigi susu terlalu awal. Bisa juga karena tidak adanya tempat untuk erupsi. Rahang “kesempitan” gara-gara pertumbuhan tulang rahang kurang sempurna. Bisa juga karena infeksi, trauma, malposisi gigi, atau gigi susu tanggal sebelum waktunya atau keturunan pada bentuk rahang kecil namun gigi besar-besar.

Makanan lunak yang mudah ditelan menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan lebih lama justru menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Kalau proses mengunyah kurang, sendi-sendi itu pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang semestinya. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit. Akibatnya, gigi bungsu yang selalu tumbuh terakhir itu tidak kebagian tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan “tidur” di dalam karena tidak ada tempat untuk nongol.

Maka, untuk mendukung perkembangan rahang, sebaiknya sering-sering mengkonsumsi makanan berserat supaya gigi jadi lebih aktif menggigit, memotong, dan mengunyah. Rahang pun menjadi makin aktif dan diharapkan akan tumbuh normal. Dampaknya, pertumbuhan gigi pun bisa lebih bagus. Tapi jangan lupa, periksakan gigi secara rutin untuk memantau kesehatan gigi.

Apabila keadaan mulut menjadi gonjang ganjing karena gigi berdesak-desakan, bisa dilakukan pencabutan pada gigi yang terdesak. Sehingga si bungsu dapat tumbuh dengan leluasa. Sebelum dicabut, gigi umumnya akan difoto terlebih dahulu dengan sinar X untuk mengetahui bentuk, posisi dan kedalaman gigi. Pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun terkadang juga dilakukan dengan bius total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, mengigat komplikasi yang mungkin timbul saat dan setelah pencabutan.

Semoga sehat selalu ya 🙂

59 thoughts on “Si Gigi Bungsu

  1. wahh, aku malah lagi ngerasain juga nih sekarang. Yang kanan bawah udah tumbuh sedikit, eh malah yang kiri bawah ikutan juga. Udah gitu gusinya jadi bengkak juga, jadi sering kegigit pas makan. Hehehehe…

    Eh Btw, selamat hari blogger nasional ya…😀

  2. Waduh sakitnya tuh kalau giginya tumbuh..

    Kunjungan lagi ke blog ini… hehehe🙂
    ditunggu kunjungan dan komentar baliknya🙂
    salam persahabatan🙂

    • Mas Miftah pengalaman nih sama gigi bungsunya… saya malah baru tumbuh 1, tapi dokternya bilang jangan dicabut, ya udah deh dibiarin.

      Tau nih ibu pertumbuhannya telat. udah emak2 cucu 2 biji baru tumbuh gigi bungsu…

  3. gigi bungsu saya udah tumbuh tapi gak ada rasa apa-apa tuh. tinggal 1 lagi yang belum keluar dari singgasananya, semoga gak ada rasa sakit samsekali.

  4. sampai saat ini…. alhamdulillah belum terasa sakit….. bahkan biasa2 saja rasanya….😀
    yang ada malah sakit gara2 dulu waktu kecil senengnya makan manisan, jadi pada lubang semua… wkwkwkwk…..😛

  5. aq br mulai tumbuh gigi geraham bungsu pas umur 26 (2 thn yg lalu) dan yg kiri smpai skr blm tumbuh sempurna. ketika tumbuh itu sakitny naudzubillah, bahkan sampai skr rawan bengkak.
    Yg mw aku tanyain ialah klo yg bawah tumbuh kdua2ny, apakah ada potensi yg atas jg bakaln tumbuh? soalny d pojok gusi atas jg skr ada semacam tonjolan keras

    • Kemungkinan bisa tumbuh lagi kalo jumlah giginya belum genap 32. rasa sakit pas tumbuh gigi geraham bungsu karena kondisi rahang yang memang tidak cukup luas utk menampung gigi baru. sehingga ketika tumbuh terdesak dan menimbulkan rasa sakit.
      semoga membantu ya.😀

  6. Huhhhh,…Skarang sy jg lg ngerasain si bungsu lagu menerobos di gusi,…Sumpahhhh Sakit banget, Heran Usia sy sudah 26 thn tpu masih blom tumbuh sempurna juga,…prosesnya lama bget.

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s