Missed in the silence

Inspired by an extraordinary novel – AI – Winna Efendi

….Dedicated to my mother who will never die in my heart

Ketika ibuku pergi, ku kira aku akan menangis dan tidak berhenti.

Tapi aku hanya memandang lurus ke depan, menghafalkan raut wajah ibu sebelum aku tidak bisa

melihatnya lagi.

Selamanya. Kata itu mengandung sesuatu yang fatal.

Sesaat, aku mengira ibu sedang tertidur, dan ketika aku benar-benar menyadarinya,

aku tahu ibu telah tiada.

“aku sangat merindukannya”

Dua puluh hari setelah kematian ibu, aku menangis untuk pertama kalinya.

Setiap  malam, ketika aku hampir tertidur, aku menyadari rasa kehilanganku demikian besar.

Aku merindukan ibu ;

aku merindukan tawanya yang entah bagaimana hanya bentuk baris di bibirnya,

aku rindu ketika ibu membanggakan bentuk hidungnya yang memang jauh lebih bagus dari milikku,

aku merindukan obrolan kami setiap malam sebelum tidur,

aku merindukan pelukannya yang selalu hangat tidak peduli musim,

bahkan aku sangat merindukan bau tubuhnya.

Aku takut lama kelamaan aku akan melupakan ibu.

Perlahan-lahan aku lupa bentuk wajahnya, bagaimana dia tertawa, juga suaranya.

Bagaimana jika aku benar-benar lupa?

Pertanyaan ini selalu ada.

Hingga saat ini, untuk sembilan tahun kepergiannya, tidak ada satupun cara untuk mengingat suaranya,

yang perlahan-lahan mulai memudar dalam ingatanku.

“Hai bu, apakabar?” aku berbisik, berharap ibu mendengarnya.

Aku percaya ibu selalu mendengarku bicara, bahkan dalam hati.

Karena itu dalam diam aku berkata sekali lagi,

aku sangat merindukannya.

27 thoughts on “Missed in the silence

  1. speechles..

    Ga tahu deh mau comment apa. Kata katanya deep banget, Mbak. Dan quote yang terakhirnya, nancep bangettzz (saking nancepnya, sampe mesti pake huruf z segala tuh. Hehehehe). Thumbs up!!

  2. hoho… sesaat air mata ini ingin menetes disaat membaca tulisan mbak. aku jadi berpikir bagaimana dengan ku kelak ketika aku mendapati hal yang sama dengan mbak.

    yang sabar yach mbak.🙂 just keep spirit….🙂

  3. mungkin saja kita lupa akan suara dan tingkah lakunya seiring dengan lamanya waktu kepergiannya tapi ibu selalu tetap di hati🙂

    Doaku menyertaimu IBU……

    • Iya hal yang paling saya rasakan adalah saya sudah mulai kabur bagaimana suara ibu saya. Itu yang sangat menyakitkan. Karena saya tidak pernah punya rekaman suaranya. Tapi segala kenangan yang telah beliau berikan, tetap selamanya akan ikut terjaga bersama saya.🙂

Silahkan komentarnya disini... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s